Jumat, 16 September 2016

Berpikir untuk pergi saja meninggalkanmu, kenangan tentangmu, cerita yg kita rangkai berdua.
Ya.. Aku sedang berusaha membulatkan keputusanku!
Aku akan tanpamu. Aku tahu dan itu berat bagiku.
Bagaimana mungkin sesuatu yang sangat indah diakhiri begitu saja?
Tapi aku berpikir mungkin ini saatnya.
Di mana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Mungkin ini saatnya!
Air mata mulai menetes...
Membayangkan hal-hal yang sering dilakukan bersama.
Membayangkan disetiap hari selalu ada kabar tentang dirimu.
Membayangkan setiap hari pasti ada cara darimu untuk membuatku tersenyum bahkan tertawa bahagia.
Membayangkan serangkai cerita yang kita pikirkan dan berharap akan kita genggam suatu saat nanti.
Membayangkan semua tentangmu.
Ketika aku benar-benar pergi, semua itu tak akan ada lagi.
Air mata terus berjatuhan dan aku kehilangan akal bagaimana aku bisa menghentikan air mata ini.
Sungguh berat meninggalkan orang yang aku cintai dan mencintaiku, tanpa masalah sekecilpun antara aku dan dia.
Yang aku tahu, aku hendak melakukan ini karena ingin menjaga perasaan keluargaku.
Dan tidak untuk perasaanku. Tidak sama sekali!

Aku terus mencari cara membulatkan keputusanku untuk bergegas pergi...
Namun aku kembali menghapus lengkungan-lengkungan yang hendak ingin bersatu itu!
Mengapa?
Aku tak tahan, aku tak bisa, hatiku luluh mendengar yang dia katakan.
"Aku mau kita tetap seperti ini, tolong jangan ada kata putus antara kita. Aku tak mau."
Air mata terus jatuh tak beraturan, perasaan menjadi tak menentu.
Harus kuakui aku tak cukup berani untuk pergi.
"Baiklah.. Aku di sini, aku akan tetap tinggal."